Umar, seorang remaja
yang setiap hari bekerja sebagai buruh bangunan. Pagi-pagi sebelum berangkat
bekerja, Umar berkata kepada Tomy yang juga teman dalam bekerja.
“ Tom, nanti pada saat
pukul 12 siang nanti tolong ingatkan aku untuk harus member makan burung beo ku
yang dirumah, supaya nanti aku nanti pulang dan member makan burungku, kalau
tidak dikasih maka, burung itu pasti akan sakit dan mati.”
Lalu Tomi menjawab:
“ Tenang saja nanti aku
pasti mengingatkanmu untuk member makan burung beo mu, supaya dia tidak sakit
dan mati. “
Mendengar Tomy berkata
seperti itu Umar merasa tenang dan bisa bekerja tanpa memikirkan burung beo
nya.
Waktu tak terasa sudah
semakin siang, jam makan siang sudah berlalu, tomy sepertinya lupa akan
peringatan atau pesan yang disampaikan Umar, demikian juga Umar yang juga lupa
kalau dia harus member makan burung beo nya.
Ketika selesai bekerja
Umar baru tersadar akan burung beo nya, Umar merasa kesal karena Tomi yang
dipercayai untuk mengingatkannya malah tidak melakukannya. Dengan rasa marah
yang memuncak, Umar segera mencari dan menghampiri Tomy. Tetapi setelah bertemu
dengan Tomy, Umar merasa bingung melihat tingkah Tomi yang seperti sedang
mencari sesuatu yang penting.
Tak lama Tomi bertanya
kepada Umar :
“ Umar kamu tahu dimana
aku tadi meletakkan kunci motorku? Sejak dari tadi aku mencarinya, dan sampai
saat ini aku belum menemukannya. ”Lalu Umar melihat tangan sebelah kanan Tomy
yang sedang memegang kunci motornya. Umar baru sadar bahwa teman yang dipercaya
untuk mengingatkannya ternyata sama pelupa dengannya dan dia menjadi tahu
alasannya kenapa Tomi tidak memperingatkannya untuk memberi makan burung beo
nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar